Minggu, 16 Juni 2013

RPP Membaca Puisi

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
( RPP )

Satuan Pendidikan                  :  SMA Muhammadiyah 01
Mata Pelajaran                        :  Bahasa Indonesia
Kelas                                       :  X (Sepuluh)
Semester                                  :  1 (satu)
Standar Kompetensi                :  7. Memahami  wacana sastra melalui kegiatan
       membaca puisi dan  cerpen
   Kompetensi Dasar                   :  7.1 Membacakan puisi  dengan lafal, nada,
                                                             tekanan, dan intonasi yang tepat
Alokasi Waktu                        :  2 x 40 menit (1 x pertemuan)

A.    Tujuan Pembelajaran
Setelah pembelajaran ini, peserta didik mampu:
·         Membaca puisi dengan memperhatikan lafal, tekanan, ekspresi dan intonasi yang sesuai dengan isi puisi.
·         Membaca puisi dengan menempatkan jeda yang tepat.
·         Membahas pembacaan puisi berdasarkan lafal, tekanan, jeda dan intonasi.
·         Memberi saran perbaikan pembacaan puisi yang kurang tepat.

v  Karakter siswa yang diharapkan:  -    Mandiri.
-          Ketelitian.
-          Percaya Diri.
-          Tanggung Jawab.
-          Bersahabat/ komunikatif.

B.     Materi Ajar
·      Puisi adalah ragam sastra yang bahasanya terikat irama, ritme, rima, serta penyusunan larik dan bait.
·      Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembacaan puisi yaitu;
1.    Lafal adalah suatu cara seseorang atau sekelompok orang dalam mengucapkan bunyi bahasa.
2.    Tekanan adalah tinggi rendahnya pengucapan suatu kata dalam puisi.
3.    Intonasi adalah naik turunnya lagu kalimat dan berfungsi sebagai pembentuk makna kalima
4.    Jeda adalah pemberhentian lagu kalimat. Jeda terbagi ke dalam 3 jenis yaitu :
·         Jeda panjang ( . ) titik
·         Jeda sedang ( , ) koma
·         Jeda pendek ( _ ) spasi
·      Beberapa hal yang perlu dilakukan ketika kamu membaca puisi, antara lain:
1. Pahami isinya dan bacakan sesuai tema puisi tersebut.
2. Lafalkan tiap kata dengan jelas.
3. Berikan penekanan pada kata-kata tertentu (intonasi).
4. Jangan terlihat gemetar dan gugup.
5. Jangan tergesa-gesa saat membaca, berikan jeda pada tiap baris.
6. Bacalah puisi tersebut dengan penuh perasaan, bayangkan bahwa kamu benar-benar mengalami kisah yang diceritakan puisi tersebut.

C.    Metode Pembelajaran
§  Penugasan
§  Diskusi
§  Tanya Jawab
§  Ceramah
§  Demonstrasi


D.    Kegiatan Pembelajaran
1.      Pendahuluan
a.       Peserta didik dan guru saling memberikan/menjawab salam;
b.      Salah satu peserta didik diminta untuk memimpin doa (jika pelajaran jam pertama);
c.       Peserta didik bersama guru memeriksa kehadiran peserta didik;
d.      Apersepsi/motivasi:
1)      Guru bertanya: “Siapa saja sastrawan yang telah membuat puisi?”.
2)      Guru menampilkan salah satu video tentang pembacaan puisi.
e.       Guru menyampaikan tujuan pembelajaran

2.      Kegiatan Inti
& Eksplorasi
Dalam kegiatan eksplorasi :
F Guru menjelaskan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembacaan puisi dengan baik dan benar.
F Membacakan  puisi dengan memperhatikan lafal, tekanan, jeda dan intonasi yang sesuai dengan isi puisi.
& Elaborasi
Dalam kegiatan elaborasi, peserta didik :
F Berlatih membaca puisi.
F Membacakan puisi di depan kelas berdasarkan lafal, tekanan, jeda dan intonasi yang sesuai puisi.
F Menanggapi pembacaan puisi yang kurang tepat.
F Mendiskusikan nilai-nilai yang terdapat dalam puisi.
& Konfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, peserta didik:
F Menyimpulkan tentang hal-hal yang belum diketahui
F Menjelaskan tentang hal-hal yang belum diketahui.

3.      Penutup
a.       Peserta didik diberikan tugas untuk mencari puisi dan akan dibacakan di depan kelas minggu depan.
b.      Guru bersama dengan peserta didik menyimpulkan materi puisi.
c.       Guru bersama peserta didik menutup materi pelajaran dan memberikan salam.

G.   Sumber Belajar
1.         Utami, Sri dkk.2008. Bahasa dan Sastra Indonesia untuk SMA kelas X.Jakarta. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.
2.         Waluyo, Herman J. 1991. Teori dan Apresiasi Puisi. Jakarta: Erlangga.
3.         Internet

H. Penilaian Hasil Belajar
      1. Penilaian pencapaian kompetensi

No.
Indikator Pencapaian Kompetensi
Teknik
Bentuk Instrumen
Instrumen
Bobot
1.
Membahas pembacaan puisi berdasarkan lafal, tekanan, jeda dan intonasi.
Tes Lisan
Uraian
Jelaskan pengertian dari lafal, tekanan, jeda dan intonasi!
10
2.
Membaca  puisi dengan memperhatikan lafal, tekanan, jeda dan intonasi yang sesuai dengan isi puisi.
Praktek Lisan
Pembacaan puisi
Bacalah teks puisi tersebut dengan dengan memperhatikan lafal, tekanan, jeda dan intonasi serta penghayatan puisi!
20
3.
Memberi saran perbaikan pembacaan puisi yang kurang tepat.
Tes Lisan
Uraian
Berikan saran perbaikan pembacaan puisi yang kurang tepat yang dibacakan oleh temanmu!
20


·         Aspek Penilaian: bentuk tes lisan.
No.
Aspek Penilaian
Kriteria
Skor
1.
Mendefinisikan pengertian dari lafal, tekanan, jeda dan intonasi.
a.       Semua benar
b.      Sebagian besar benar
c.       Sebagian besar tidak benar
7
2
1
2.
Membaca  puisi dengan memperhatikan lafal, tekanan, jeda dan intonasi.
a.       Tepat
b.      Kurang tepat
c.       Tidak tepat
15
5
0
3.
Memberikan saran perbaikan pembacaan puisi yang kurang tepat.
a.       Baik
b.      Kurang Baik
c.       Tidak Baik
18
2
0


x 100 %
   Skor Maksimum     =  50 x 2 = 100

Skor Maksimum
Nilai akhir               =   Skor yang diperoleh
                           



Mengetahui,                                                                           Jakarta, 10 Mei 2013
Kepala Sekolah                                                                     Guru Bahasa Indonesia





Eko Maryanto, S.Pd.                                                                      Rifqi Faizah


0 komentar:

Poskan Komentar

Template by:

Free Blog Templates